Pendidikan Karakter Indonesia
Pendidikan merupakan sebuah kegiatan manusia yang
didalamnya terdapat tindakan edukatif dan didaktis yang diperuntukan bagi
generasi yang sedang bertumbuh.
Karakter dianggap sama dengan kepribadian. Kepribadian
dianggap sebagai "ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari
seseorang yang bersumber dari bentukanbentukan yang diterima dari lingkuangan,
misalnya keluarga pada masa kecil dan juga bawaan seseorang sejak lahir”
Pendidikan karakter adalah suatu payung istilah yang
menjelaskan berbagai aspek pengajaran dan pembelajaran bagi perkembangan
personal.
Beberapa di bawah payung meliputi “ penalaran moral/
pengembangan kognitif ; pembelajaran sosial dan emosional , pendidikan
kebijakan moral, pendidikan keterampilan hidup , pendidikan kesehatan ,
pencegahan kekerasan , resolusi konflik dan filsafat etik moral.
Fungsi pendidikan adalah : 1) pengembangan diri peserta didik
(personal development) , 2) Pengembangan ketrampilan kerja (employabillity or
work skill development) , 3) Pengembangan kewarganegaraan (cityzenship) , 4)
Transmisi dan Transformasi budaya (transmittion andtransformation of culture)
Pendidikan karakter bertujuan mengembalikan nilai-nilai yang
membentuk karakter bangsa yaitu Pancasila, meliputi: 1) Mengembangkan potensi
peserta didik agar menjadi manusia berhati,berpikiran daan berperilaku baik. 2)
Membangun bangsa yang berkarakter pancasila. 3) Mengembangkan potensi
warganegara agar memiliki sikap percaya diri , bangga pada bangsadan negaranya
serta mencintai umat manusia. Sedang fungsi pendidikan karakter adalah : 1)
membangun kehidupan bangsa yang multikultural. 2) Membangun peradaban bangsa
yang cerdas, berbudaya luhur, dan mampu berkontribusi terhadap pengembangan
kehidupan umat manusia. 3) Membangun sikap warga negara yang cinta damai,
kreatif , mandiri , dan mampu hidup berdampingan dengan bangsa lain.
Pendidikan karakter dilakukan memlalui berbagai media yaitu
keluarga, satuan pendidik masyarakat, pemerintah , dunia usaha , dan media
massa.
Melihat minimnya kepustakaan tentang
pendidikan karakter di negeri kita , kita bisa menarik kesimpulan, meskipun
selama ini pendidikan karakter dianggap penting tapi dalam pendalamannya tidak
semudah yang dibicarakan. Maka dari itu dengan belajar dari pengalaman kita
dapat mengembangkan pendidikan karakter, meskipun dengan dsarana dan pemahaman
sederhana.
Referensi
Yudi Latif,
Menyemai karakter bangsa: budaya kebangkitan berbasis kesastraan, Penerbit Buku
Kompas, 2009
Doni
Koesoema A. ,Pendidikan Karakter, Grasindo, 2007
Mohammad
Ali, Pendidikan untuk pembangunan nasional: menuju bangsa Indonesia yang
mandiri dan berdaya saing tinggi, Grasindo , 2009
Andi Anto
Patak dkk, Proceedings of The 1st Academic
Symposium on Integrating Knowledge (The 1st ASIK): Integrating Knowledge with
Science and Religion , Ibnu Sina Institute for Fundamental Science Studies,
2014
Nama :
Andika Ardianto S
NIM : 1401050046
PBI B/2