STOP
Bullying
*Apa itu bullying? Bullying itu:
·
Tindakan yang disengaja oleh si pelaku terhadap
korban.
·
Tindakan itu terjadi berulang-ulang.
·
Didasari perbedaan power yang mencolok.
Definisi kata kerja “to bully” dalam Oxford
English Dictionary adalah “tindakan untuk menimbulkan rasa sakit atau menyakiti
orang lain untuk kepentingan diri sendiri”
Menurut Ken Rigby bullying merupakan sebuah hasrat untuk menyakiti.
Hasrat ini diperlihatkan ke dalam aksi, menyebabkan seseorang menderita, Aksi
ini dilakukan secara Iangsung oleh seseorang atau kelompok yang Iebih kuat,
tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan dengan perasaan
senang.
*Terdapat
tujuh faktor yang mempengaruhi terjadinya bullying yaitu:
- Perbedaan kelas (senioritas), ekonomi, agama, jender, etnisitas atau rasisme.
Pada
dasarnya, perbedaan (terlebih jika perbedaan tersebut bersifat ekstrim)
individu dengan suatu kelompok dimana ia bergabung, jika tidak dapat disikapi
dengan baik oleh anggota kelompok tersebut, dapat menjadi faktor penyebab bullying.
Sebagai contoh adanya perbedaan kelas dengan anggapan senior – Junior, secara
tidak langsung berpotensi memunculkan perasaan senior lebih berkuasa daripada
yuniornya. Senior yang menyalahartikan tingkatannya dalam kelompok, dapat memanfaatkannya
untuk mem-bully yunior. Individu yang berada pada kelas ekonomi yang
berbeda dalam suatu kelompok juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab bullying.
Individu dengan kelas ekonomi yang jauh berbeda dengan kelas ekonomi mayoritas
kelompoknya berpotensi menjadi korban.
- Tradisi senioritas.
Senioritas
yang salah diartikan dan dijadikan kesempatan atau alasan untuk membully junior
terkadang tidak berhenti dalam suatu periode saja. Hal ini tak jarang menjadi
peraturan tak tertulis yang diwariskan secara turun temurun kepada tingkatan
berikutnya.
- Senioritas, sebagai salah satu perilaku bullying seringkali pula justru diperluas oleh siswa sendiri sebagai kejadian yang bersifat laten. Bagi mereka keinginan untuk melanjutkan masalah senioritas ada untuk hiburan, penyaluran dendam, iri hati atau mencari popularitas, melanjutkan tradisi atau menunjukkan kekuasaan.
- Keluarga yang tidak rukun.
Kompleksitas
masalah keluarga seperti ketidakhadiran ayah, ibu menderita depresi, kurangnya
komunikasi antara orangtua dan anak, perceraian atau ketidakharmonisan orangtua
dan ketidakmampuan sosial ekonomi merupakan penyebab tindakan agresi yang
signifikan.
- Situasi sekolah yang tidak harmonis atau diskriminatif.
Bullying juga dapat terjadi jika pengawasan dan bimbingan etika dari
para guru rendah, sekolah dengan kedisiplinan yang sangat kaku, bimbingan yang
tidak layak dan peraturan yang tidak konsisten.
- Karakter individu/kelompok seperti:
a. Dendam
atau iri hati.
b. Adanya
semangat ingin menguasai korban dengan kekuasaan fisik dan daya tarik seksual.
c. Untuk
meningkatkan popularitas pelaku di kalangan teman sepermainannya (peers).
d. Persepsi nilai
yang salah atas perilaku korban.
Korban seringkali merasa dirinya memang pantas untuk
diperlakukan demikian (dibully), sehingga korban hanya mendiamkan saja
hal tersebut terjadi berulang kali pada dirinya.
*Dampak Bullying
Dampak buruk yang terjadi pada anak
yang menjadi korban tindakan bullying antara lain:
a.
Kecemasan
b.
Merasa
Kesepian
c.
Rendah
diri
d.
Tingkat
kompetensi sosial yang rendah
e.
Depresi
f.
Simptom
Psikosomatik
g.
Penarikan
sosial
h.
Keluhan
pada kesehatan fisik
i.
Minggat
dari rumah
j.
Penggunaan
alkohol dan obat
k.
Bunuh
diri
l.
Penurunan
performansi akademik
Salah satu langkah besar untuk menyelesaikan kasus bullying adalah dengan menyampaikan, membuka
wacana, dan mengajarkan semua pihak yang terlibat kasus ini tentang bagaimana
proses terjadinya bullying serta pemahamannya.
Kesimpulan
Bullying adalah suatu tindakan negatif yang merupakan bentuk tindakan
yang menyakiti orang lain demi kepuasan diri sendiri, mencemooh,
mengucilkan, melukai, dan segala perbuatan lainnya yang dirasa kurang enak
terhadap seseorang yang biasanya berumur sama.
Daftar Pustaka:
Steve
Wharton, How to Stop That Bully (Yogyakarta: Kanisius, 2009)
Andri Priyatna, Lets End Bullying. Elex Media Komputindo.
Andri Priyatna, Lets End Bullying. Elex Media Komputindo.
Ponny
Retno Astuti, P.R.2008.Meredam Bullying:
3 Cara Efektif Menanggulangi Kekerasan pada Anak. Jakarta: Grasindo.
Nama
: Andika Ardianto .S
NIM : 1401050046
PBI
B/2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar