Sabtu, 11 April 2015

STOP Bullying




STOP Bullying

*Apa itu bullying? Bullying itu:
·         Tindakan yang disengaja oleh si pelaku terhadap korban.
·         Tindakan itu terjadi berulang-ulang.
·         Didasari perbedaan power yang mencolok.
Definisi kata kerja “to bully” dalam Oxford English Dictionary adalah “tindakan untuk menimbulkan rasa sakit atau menyakiti orang lain untuk kepentingan diri sendiri”
Menurut Ken Rigby bullying merupakan sebuah hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini diperlihatkan ke dalam aksi, menyebabkan seseorang menderita, Aksi ini dilakukan secara Iangsung oleh seseorang atau kelompok yang Iebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan dengan perasaan senang.

*Terdapat tujuh faktor yang mempengaruhi terjadinya bullying yaitu:
  • Perbedaan kelas (senioritas), ekonomi, agama, jender, etnisitas atau rasisme.
Pada dasarnya, perbedaan (terlebih jika perbedaan tersebut bersifat ekstrim) individu dengan suatu kelompok dimana ia bergabung, jika tidak dapat disikapi dengan baik oleh anggota kelompok tersebut, dapat menjadi faktor penyebab bullying. Sebagai contoh adanya perbedaan kelas dengan anggapan senior – Junior, secara tidak langsung berpotensi memunculkan perasaan senior lebih berkuasa daripada yuniornya. Senior yang menyalahartikan tingkatannya dalam kelompok, dapat memanfaatkannya untuk mem-bully yunior. Individu yang berada pada kelas ekonomi yang berbeda dalam suatu kelompok juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab bullying. Individu dengan kelas ekonomi yang jauh berbeda dengan kelas ekonomi mayoritas kelompoknya berpotensi menjadi korban.
  • Tradisi senioritas.
Senioritas yang salah diartikan dan dijadikan kesempatan atau alasan untuk membully junior terkadang tidak berhenti dalam suatu periode saja. Hal ini tak jarang menjadi peraturan tak tertulis yang diwariskan secara turun temurun kepada tingkatan berikutnya.
  • Senioritas, sebagai salah satu perilaku bullying seringkali pula justru diperluas oleh siswa sendiri sebagai kejadian yang bersifat laten. Bagi mereka keinginan untuk melanjutkan masalah senioritas ada untuk hiburan, penyaluran dendam, iri hati atau mencari popularitas, melanjutkan tradisi atau menunjukkan kekuasaan.
  • Keluarga yang tidak rukun.
Kompleksitas masalah keluarga seperti ketidakhadiran ayah, ibu menderita depresi, kurangnya komunikasi antara orangtua dan anak, perceraian atau ketidakharmonisan orangtua dan ketidakmampuan sosial ekonomi merupakan penyebab tindakan agresi yang signifikan.


  • Situasi sekolah yang tidak harmonis atau diskriminatif.
Bullying juga dapat terjadi jika pengawasan dan bimbingan etika dari para guru rendah, sekolah dengan kedisiplinan yang sangat kaku, bimbingan yang tidak layak dan peraturan yang tidak konsisten.
  • Karakter individu/kelompok seperti:
a.          Dendam atau iri hati.
b.         Adanya semangat ingin menguasai korban dengan kekuasaan fisik dan daya tarik seksual.
c.          Untuk meningkatkan popularitas pelaku di kalangan teman sepermainannya (peers).
d.         Persepsi nilai yang salah atas perilaku korban.
Korban seringkali merasa dirinya memang pantas untuk diperlakukan demikian (dibully), sehingga korban hanya mendiamkan saja hal tersebut terjadi berulang kali pada dirinya.
*Dampak Bullying
Dampak buruk yang terjadi pada anak yang menjadi korban tindakan bullying antara lain:
a.      Kecemasan
b.      Merasa Kesepian
c.       Rendah diri
d.      Tingkat kompetensi sosial yang rendah
e.      Depresi
f.        Simptom Psikosomatik
g.      Penarikan sosial
h.      Keluhan pada kesehatan fisik
i.        Minggat dari rumah
j.        Penggunaan alkohol dan obat
k.       Bunuh diri
l.        Penurunan performansi akademik

Salah satu langkah besar untuk menyelesaikan kasus bullying adalah dengan menyampaikan, membuka wacana, dan mengajarkan semua pihak yang terlibat kasus ini tentang bagaimana proses terjadinya bullying serta pemahamannya.


Kesimpulan
Bullying adalah suatu tindakan negatif yang merupakan bentuk tindakan yang menyakiti orang lain demi kepuasan diri sendiri,  mencemooh, mengucilkan, melukai, dan segala perbuatan lainnya yang dirasa kurang enak terhadap seseorang yang biasanya berumur sama.









Daftar Pustaka:
Steve Wharton, How to Stop That Bully (Yogyakarta: Kanisius, 2009)
Andri Priyatna, Lets End Bullying. Elex Media Komputindo.
Ponny Retno Astuti,  P.R.2008.Meredam Bullying: 3 Cara Efektif Menanggulangi Kekerasan pada Anak. Jakarta: Grasindo. 


Nama : Andika Ardianto .S
NIM   : 1401050046
PBI B/2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar